Siapa yang ngga pernah sakit mata? ada ngga yah yang ngga pernah sakit mata..hehe. Perlu disyukuri dan matanya dijaga jangan sampai terkena sakit mata. Kalau aku pribadi sih waktu keciiiill banget dulu pernah sakit mata, tapi sakit matanya bukan yang bengkak merah kayak sekarang ini, dulu sakit matanya yang banyak belek nya. Dijilat kalau bangun tidur sama bapakku, ngga lama sembuh deh..hehe (cara yang jorok ya..tapi berhasil ko, jangan kaget karena dalam postingan kali ini ada cara cara yang jorok juga..hihi)
Berawal dari wabah sakit mata yang melanda di penitipan anak tempat anak anakku sehari hari. akhirnya virusnya nyantol juga di mataku.
Menurut mba google sakit mata yang aku derita sekarang itu adalah konjungtivis, menular, penyebabnya bisa virus atau bakteri atau alergi. Kalau penyebabnya virus tidak membutuhkan obat, cukup jaga kebersihan dan asupan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Nah karena kita orang awam tidak bisa membedakan mana sakit mata yang disebabkan oleh virus dan mana yang oleh bakteri (boro boro kita, dokter aja kalau liat secara kasat mata ngga bisa nentuin ko itu karena virus atau bakteri). Cuma karena sekarang ini kan lagi musim hujan, udah gitu tangan kan suka gatel tuh pegang pegang mata, tanpa cuci tangan dulu. Padahal tangannya bekas pegang, uang, pegang keyboard, salaman sama orang de el el.., jadi menurutku, sakit mata yang tadinya penyebabnya virus bisa ditumpangi oleh si bakteri juga. Akhirnya matanya tambah merah dan meradang.
Perjalanan konjungtivis ku, pertama mata cuma gatel gatel dikit, dan merah, belum bengkak. Aku masih belum mengakui kalau aku sakit mata. Dalam kondisi seperti itu, aku dan keluarga besar suamiku jalan jalan ke pantai Teluk Penyu Cilacap. Tau sendiri kan di pantai banyak angin dan debu. Hmm jadilah keesokan harinya mataku jadi bengkak, merah dan gatal. Hari itu, 30 desember 2013 secara resmi aku baru mengakui kalau aku sakit mata..hehe. Aku cuma pakai tetes mata untuk iritasi biasa "visine". Tapi ngga ngaruh, mata tetep berat. Aku terlalu yakin kalau penyebabnya virus, jadi ngga aku obatin, tapi eehh lama lama ko bengkaknya makin parah ya, makin merah juga, akhirnya aku tetesin obat mata bekas anakku. Biar lebih enak dibaca nya kita runtut aja pengobatan konjungtivisku dari hari pertama samapai bisa dibilang mataku baikan meskipun ketika tulisan ini aku posting, penglihatanku masih berbayang, cuma udah ngga bengkak lagi. Pengobatannya aku combine antara tetes mata dari apotik dan pengobatan alami.
1. Hari pertama, aku pakai tetes mata polidemisin, kandungannya : Neomycin 3.5 mg , polymyxin B sulphate 6000 IU dan dexamethasone 1 mg, hari pertama aku mulai menggunakan kaca mata, maksudnya melindungi mata dari debu dan agar tidak terlalu menularkan virus ini ke orang lain.
2. Hari kedua masih menggunakan polidemisin dan tidak ada hasil apapun. Mulai menggunakan air rebusan sirih untuk kompres mata. Rasanya enak dingin, ngga berasa perih sama sekali. Malah kalau lagi gatel dikompres pake air sirih mata jadinya enaakk. Caranya :
4 lembar daun sirih disobek sobek, kemudian direbus dengan dicampur air secukupnya. Setelah dingin dikompreskan ke mata dengan menggunakan kapas.
Selain itu aku juga coba menggunakan bawang putih. Caranya bawang putih dipotong bagi 2, terus dioleskan di kelopak bawah mata (kayak pake eyeliner) tapiiii..hmmm...periiiiiiihhh banget, sampe kepala rasanya keleyengan. (udah ah ngga mau nyoba lagi pakai bwang putih..)
3. Hari ketiga mata semakin bengkak dan merah, kalau nungging, mata serasa mau copot. Masih pakai polidemisin dan kompres daun sirih.
4. Hari keempat sampai sekarang mau sembuh, tetes mata polidemisin ganti jadi "cendo xytrol". Sebenarnya kandungannya sih sama aja ya, cuma dalam cendo xytrol ini polymixin sulphatnya 10000 IU (polidemisin cuma 6000IU) itulah perbedaan antara polidemisin dan cendo xytrol.
Dan aku nyoba terapi menggunakan air seni/urine pagi hari (jorok yaa..hihi..), caranya :
Air seni ditampung dalam wadah, yang diambil adalah air seni yang tengah tengah, jadi yang pertama keluar biar aja dibuang, setelah itu baru ditampung (maksudnya agar dapet air seni yang bersih). Kemudian mata dibersihkan dengan air seni itu, dan ditetesin pakai tangan. Rasanya perih sih, tapi masih bisa ditolelir dibandingkan dengan menggunakan bawang putih.
sehari menggunakan terapi cendo xytrol dan terapi urine hasilnya memuaskan (apa emang udah saatnya sembuh kali ya..hehe) Hari kelima mata udah ngga bengkak, cuma masih berasa sepet dan agak gatal. penglihatan masih kabur.
Sekarang saat aku posting ini hari ke 7, mata udah ngga merah, ujung mata kanan masih agak bengkak karena dikucek kucek..hehe, penglihatan masih agak berbayang. Tapi udah bisa dibilang konjungtivis ku udah 90 % sembuh. Alhamdulillah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar